_______________________________________________________________________________
Tampilkan postingan dengan label Debat Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Debat Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juni 2009

Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran)

share...

Banyak orang Islam yang mengambil teori2 orang non Islam untuk mengatasi stres, padahal Islam sudah memberikan solusi TERBAIK untuk menghindari dan ‘mengatasi’ (me-manage) stres. Ditengarai, kurangnya pemahaman ttg Islam, yg mengakibatkan mereka mengambil cara non Islam untuk mengatasi masalah yg mereka hadapi.

Ada yg mendefinisikan GF = sebuah gerakan yg dilakukan oleh kaum kuffar (orang kafir, orang di luar Islam) sebagai upaya untuk menyerang Islam dengan menghancurkan pikiran umat. Tindakan-tindakan yg dilakukan berupa:
- Tasywih = memalsukan ajaran Islam
- Tadhlil = menyesatkan umat Islam
- Tasykik = menebarkan keraguan terhadap ajaran Islam
Ketiga tindakan ini dilakukan tidak lain untuk memadamkan cahaya agama Islam.

Beberapa tindakan nyata yg telah mereka lakukan dan propagandakan:
- Tidak mau menerapkan syariat (hukum) Islam, dg berbagai alasan. Semestinya mereka membaca dulu apa itu syariat Islam.
- Al Qur’an = kitab porno
- Jilbab = budaya Arab

Jika kita perhatikan, kemunduran umat Islam terjadi karena faktor-faktor berikut:
- Pertentangan politik. Gontok2an sesama pemimpin Islam mengakibatkan politik diambil alih/dikuasai oleh non Islam. Ujung2nya, umat Islam menderita (lagi).
- Pertentangan mazhab akibat fanatisme (berlebihan), kebodohan (pengikut) dan hawa nafsu (pemimpin2nya).
- Pengaruh agama2 terdahulu. Sebagai contoh, umat Islam di Indonesia begitu kental ‘warnanya’ (dalam cara beribadah) akibat pengaruh Hindu.
- Serangan asing (non muslim), berupa gerakan militer dan perlawanan pemikiran.

GF dilakukan oleh orang2 kafir dengan tujuan:
- menghambat kemajuan umat Islam. Umat Islam cukup jadi pengekor barat…jangan sampai jadi pemimpin (dunia).
- menjauhkan umat Islam dari Al Qur’an dan As Sunnah.
- mengeluarkan umat Islam dari ajaran Islam (yg telah dipelajarinya).
- (upaya terakhir adalah) membuat murtad kaum Islam (umat Islam keluar dari agama Islam).

Fenomena terbaru GF adalah:
1. Pemalsuan Islam, dilakukan dg cara:
- memalsukan Al Qur’an. Artikel lain ada di sini.
- memalsukan As Sunnah (termasuk di dalamnya hadits2)
- memalsukan pribadi Rasululloh SAW (termasuk dg menghina, melecehkan, membuat
gambar kartun/karikatur Rasululloh SAW
)
- memalsukan sejarah Islam (dg mengabaikan ilmuwan2 Islam atau mengaburkan fakta2)
- memalsukan sistem kehidupan Islam (tidak mementingkan syariat Islam)
2. Pembaratan Islam (mengajak kaum Muslim bergaya hidup seperti orang barat)
- penetapan dan perubahan kurikulum pendidikan
- penyebaran kehidupan sosial ala barat

Sendi-sendi yang menjadi akar GF:
- Zionisme
- Kristenisasi
- Kolonialisme (bekerjasama dg zionisme, kristenisasi, orientalisme)

GF menggunakan beberapa sarana berikut sebagai upaya untuk menyebarluaskan paham mereka:
- Pendidikan
- Sosial
- Media cetak dan elektronik
- Pusat kebudayaan
- (masih banyak lagi sarana2 lain)

GF juga menggunakan:
- Demokrasi
- Komunisme + sosialisme
- Nasionalisme
- Kesetaraan gender
sebagai tameng dan isu untuk menjatuhkan ajaran Islam.

Bagaimana cara menangkal GF? Banyak cara untuk menangkal dan ‘memukul balik’ GF ini, diantaranya:
1. Mencari alternatif pendidikan, pemikiran, ekonomi, dst, yg sesuai dg ajaran Islam
2. Memberi pengetahuan ttg GF, sehingga umat Islam tidak terkecoh
3. Para penulis Muslim perlu melakukan counter (serangan balik) terhadap tulisan2 yg menyerang Islam. Salah satu penulis yg cukup getol melakukan counter adalah Adian Husaini, beberapa artikelnya pernah aku muat di sini.
4. Mengingatkan lembaga pendidikan + lembaga dakwah Islam agar mewaspadai terhadap pemikiran yg sesat
5. (bagi yg merasa ilmunya tidak cukup memadai) Menjauhi pengaruh GF. Bagi yg ilmunya dirasa mumpuni, justru HARUS banyak mengenal GF, agar bisa melakukan counter (lihat poin 3).

Umat Islam sendiri hendaknya:
1. Hanya mengerjakan yg bermanfaat (dunia-akhirat)
2. Mencoba kembali kepada ALLOH SWT (apabila tertimpa musibah, dst)
3. Jangan minder. Yakinlah bahwa kita setara dg orang2 barat…tapi tentunya tidak sekedar ucapan belaka
4. Jika ada musibah, jangan cari kambing hitam…tapi hendaklah berserah pada ALLOH SWT. Pandang optimis ke masa depan, jangan terpaku ke masa lalu.


test



Dialog Islam - Kristen di Philadelphia USA


*sedikit diedit untuk disesuaikan dengan EYD*

Share
………………………………
Assalamualaikum wr.wb.

Pada tanggal 5 Maret 2005 yg baru lalu tepatnya hari sabtu telah berlangsung debat sengit (pada awalnya disebut dialog) Islam - Kristen di Philadelphia, USA. Yang menarik dari acara debat tersebut adalah karena yang mewakili Islam adalah saudara kita Ustadz Heri Kusrianto dari IMCP/ICGP (Indonesian Muslim Community of Philadelphia www.imcp.org) dan yang jadi lawan dialog tersebut bukanlah sembarang orang tapi seorang misionaris kristen evangelis yang sangat aktif melakukan pemurtadan di kalangan umat islam di Philadelphia, namanya Mr.Sean Mauer.

Pada awalnya kita semua pengurus IMCP (termasuk saya) merasa khawatir apa jadinya hasil debat tersebut, bak pepatah sepertinya kita bertempur di ‘kandang musuh’ begitulah kira-kira analisa awal jalannya debat tsb. Prakarsa debat ini diawali dengan sering bertemunya Ustadz Heri dengan Sean Mauer di South Philadelphia, karena Mr.Mauer agresif sekali melakukan ‘penginjilan’ pada siapa saja yang ditemui khususnya pada imigran/pendatang di Philadelphia.

Awalnya Ustadz Heri dengan halus selalu menghindar dialog yg dibuka oleh Mr.Mauer, tapi demi dakwah demikian pikir pak Ustadz maka mereka berdua sepakat untuk melakaukan dialog di muka umum. Kami pikir dialog ini cuma sekedar dialog rumahan, ternyata Mr.Mauer sudah membuat selebaran banyak sekali dan dibagikan di jalan2 South Philadelphia dan juga ke sekolah-sekolah misionaris, serius sekali memang.

Sponsor utama acara tersebut adalah stasiun radio lokal di South Philladelphia dan satu orang dari stasiun tsb ditunjuk sebagai moderator. Dari IMCP diutus juga beberapa ustadz yang biasa berdakwah yaitu Ustadz Nur Munir (mahasiswa doktoral Tempel University), Ustadz Zainal Shahab dan Ustadz Sulaiman Effendi sebagai suporter untuk Ustadz Heri. Menurut penuturan Ustadz Munir, audiensnya banyak dari murid-murid sekolah kristen yg berseragam dan membawa alkitab di tangannya masing-masing dan masyarakat South Philadelphia, juga ternyata Alhamdulillah ternyata ada juga beberapa ustadz Amerika yang hadir di situ.

Acara yang diadakan di Old Pine Community Center dimulai tepat pukul 14:00 sore, diawali dengan perkenalan kedua presenter oleh moderator, dan pertanyaan pada Mr.Mauer yang intinya adakah titik temu antara Kristen - Islam. Mr.Mauer yang merasa ’sudah menang di atas kertas’ menjelaskan inti dari ajaran Bible dan wajib untuk disebarkan ke seluruh penjuru dunia. Ternyata ustadz Heri sudah mempersiapkan segalanya dengan catatan yang lengkap ayat-ayat injil dan AlQuran, bahkan ayat-ayat injil yang dikutip oleh Mr.Mauer dengan mudah dimentahkan oleh ustadz kita yg kalem ini.

Kemudian Ustadz Heri bertanya dng lantangnya sambil menghadap ke audiens, “Kalau anda semua mempercayai Yesus, dan menjadi pengikutnya jangan belajar dari injil Paul tapi belajarlah dari Al Quran”, moderator bertanya kembali “Kenapa?”, Ustadz Heri menimpali, “Karena ajaran Yesus yang sebenarnya adalah ajaran Islam, ajaran Paul adalah distorsi dari ajaran Injil”

Kemudian Ustadz Heri melanjutkan debatnya dengan mengatakan bahwa Yesus itu bukan tuhan tapi Nabi yang diutus oleh Allah SWT, dan dilanjutkan dengan mengatakan bahwa Yesus itu Islam dan bersembahyang seperti orang Islam dengan bersujud ke atas tanah, ustadz Heri kemudian mencontohkan bagaimana Yesus bersembahyang menyembah Allah SWT, murid-murid Mr.Mauer terhenyak semua, melongo dan saling pandang (kita tidak tau apa yg ada di benak mereka). Makin lama perdebatan makin panas, rupanya Mr.Mauer salah perhitungan dan tidak siap sehingga banyak serangan2 Ustadz Heri yg banyak mengutip ayat Al Quran dan membandingkan dng Injil tidak bisa dijawab dengan baik, bahkan wajah Mr.Mauer sangat gugup sekali dan terlihat pucat.

Rupanya ada kecenderungan moderator juga akan berpihak ke Mr.Mauer dengan banyak bertanya ke Ustadz Heri dan pertanyaannya banyak yg mencoba menjatuhkan, untung Ustadz Nur Munir yg asal Jombang Jatim ini menginterupsi dan mengatakan supaya sebaiknya pertanyaan di serahkan ke audiens dan menyilakan muridnya Mr.Mauer untuk membantu sang guru yang sudah kepepet dan pucat pasi tersebut (gimana nggak kepepet wong d bantai di dapan banyak muridnya gitu kok), akan tetapi tak seorang murid pun yang dapat membantu.

Walhasil dialog ditutup pukul 17:00 dengan kesimpulan kami bahwa ternyata Ustadz Heri telah memberikan hasil yang sangat bagus sekali untuk dakwah Islam di tanah Amerika ini dan banyak membuka mata para pengikut Evangelish yang sangat agresif memurtadkan umat Islam ini. Seperti kita ketahui bersama bahwa setelah peristiwa 11 September lalu, kaum Evangelish ini mencoba semakin agresif mengepakkan sayap dengan segala cara yang intinya memojokan umat Islam di manapun berada, hasilnya? Makin banyak studi-studi Islam di buka, di universitas-universitas, sekolah-sekolah, bahkan dituangkan dalam buku konyol semacam “Islam for dummies” dll… ternyata Allah SWT justru banyak membuka masyarakat Amerika tentang kebenaran, banyak sekali orang-orang Amerika yang justru memeluk agama Islam yang diyakininya lebih masuk akal dan tidak se’seram’ apa yang di dengung2kan kaum evangelish…

Wallahualam bissawab…
Wassalamualaikum warrakhmatullah…

Kang yayan
Philadelphia USA.